Menstruasi

menstruasi

1. Definisi Menstruasi

Menstruasi adalah darah yang keluar dari vagina wanita sewaktu ia sehat bukan disebabkan oleh melahirkan anak atau karena terluka. Menstruasi menunjukkan bahwa seorang gadis yang sehat dan berfungsi sebagai mana mestinya, sedangkan menstruasi dini adalah menstruasi yang datangnya lebih awal dibawah usia 10 tahun (Surtiretna, 1997).

Diet mempengaruhi siklus menstruasi, hal ini berhubungan dengan perubahan kadar hormon steroid yan merupakan faktor utama dalam pengaturan siklus tersebut. Telah terbukti bahwa gizi maupun gizi kurang dapat mengurangi fertilitas. Menstruasi adalah pengeluaran darah secara periodik, cairan jaringan dan lapisan endometrium dari uterus dengan jumlah darah bervariasi. Jumlah darah menstruasi rata – rata adalah 60 ml (Jones 2001).

2. Fisiologi menstruasi

Pusat pengendalian hormon dari sistem reproduksi adalah hipotalamus. Hipotalamus mempunyai hormon gonadotropik, hormon releasing, hormon GNRH yang menskresi dua hormon yaitu follicle stimulating hormon releasing hormon (LH – RH). Kedua hormon tersebut merangsang  hipofisis interior untuk menskresi follicle stimulating hormon dan luteinizing hormon yang menyebabkan terjadinya produksi setrogen dan progesteron yang selanjutnya akan memberikan umpan balik yang mengandung kadar hormon gonadotropik kepada hipotalamus. Satu siklus menstruasi adalah siklus ovarium, siklus endometrium dan siklus skresi. Jarak siklus berjarak antara 15 – 45 hari dan rata – rata 4 – 6 hari. Darah menstruasi tidak bisa membeku dengan jumlah sekitar 60 – 80 ml setiap siklus menstruasi (Prawirohardjo, 1999).

3. Siklus menstruasi

Siklus menstruasi adalah serangkaian periode dari perubahan yang terjadi berulang pada uterus dan organ – organ yang duhubungkan pada saat pubertas dan berakhir pada saat menopouse. Siklus tersebut bervariasi dari 18 sampai 40 hari, rata –rata 28 hari (Hamilton, 1995).

Menstruasi pada awalnya terjadi secara tidak teratur sampai mencapai umur 18 tahun (Manuaba, 198). Titik kritis ukuran antropometri pencetus menstruasi dini (menarche) adalah berat badan 40 kg dan tinggi badan 148 cm (Samamora, 2001). Menurut Swenne (2005) terdapat hubungan antara massa lemak tubuh dengan kejadian usia menstruasi dini , begitu pula dengan hubungan antara BMI dengan usia menstruasi.

Selama haid, hypothalamus mengirim sejumlahfaktor pencetus FSH ke kelenjar bawah otak yang membuat FSH, jumlah FSH dalam drah kemudian meningkat dan merangsang sejumlah folikel tumbuh dan membentuk estrogen, sehingga jumlah hormon dalam darah meningkat. Estrogen merangsang dinding uterus agar menebal. Di akhir haid, hampir seluruh dinding runtuh bercampur dengan darah dan keluar (Llewellyn,2005).

Menurut Hamilton (1995) siklus menstruasi dibagi menjadi empat fase yaitu:

(a)   Fase menstruasi;

Yaitu korpus luteum berfungsi sampai kira – kira hari ke – 23 atau hari ke – 24 pada siklus 28 hari dan kemudian mulai bergeser, akibatnya terjadi penurunan progesterone dan estrogen yang tajam sehingga menghilangkan perangsangan pada endometrium, perubahan iskemik terjadi pada arteriola dan diikuti oleh menstruasi (Hamilton, 1995).

(b)   Fase proliferasi;

Stadium ini berlangsung selama kira – kira 5 hari, kadar estrogen yang meningkat dari folikel yang berkembang akan merangsang stroma endometrium untuk mulai tumbuh dan menebal, kelenjar – kelanjar mulai menjadi hipertrofi dan berproliferasi dan pembuluh darah menjadi banyak sekali. (Prince, 2006).

(c)    Fase skresi (luteal);

Fase setelah ovulasi di bawah pengaruh progesteron yang meningkat dan terus diproduksinya estrogen oleh korpus luteum dan endometrium menebal (Prince, 2006).

(d)    Fase premenstrual.

Yaitu korpus luteum menurun, kadar progesteron dan estrogen menurun, arteri pada endometrium berkontriksi dan dinding uterus menjadi menyusut dan mati karena iskemia (Hamilton, 1995).

4. Perbedaan periode dan siklus menstruasi

Walaupun wanita seringkali menganggap periode menstruasi sama dengan siklus menstruasi, sesungguhnya tidak , menurut Ellen S. Mitchell, Ph.D., guru besar di University of Washington School of Nursing dan berpraktek di Seattle.

Istilah periode menstruasi berarti hari saat wanita mengeluarkan darh menstruasi. Periode menstrusi berlangsung sekitar lima hari, tetapi itu hanya rata – rata. Separuh wanita mengalaminya selama tiga – empat hari, sedangkan 35% wanita selama lima sampai enam hari. Istilah periode menstruasi di lain pihak berarti rentang waktu sejak awal satu periode menstruasi sampai awal periode menstruasi selanjutnya. Panjang siklus menstruasi terentang dari 21 hari – 35 hari, dengan rata – rata 29 hari. Selama siklus menstruasi, kita mengalami perubahan hormonal dengan perubahan – perubahan yang terjadi di ovarium dan lapisan rahim (Widjaja Kusuma, 1999).

5. Status Gizi Remaja

Remaja yang kurang gizi atau terlalu kurus (KEK), anemia, kekurangan kalsium, vitamin D, yodium, seng, dan kekurangan vitamin serta mineral lainnya akan mempengaruhi reproduksi.

Umumnya remaja putri dan wanita lebih mudah menderita anemia dibanding pria dan remaja pria. Wanita dan remaja putri membutuhkan zat besi 2 x lebih banyak daripada pria/ remaja putra karena mengalami haid dan banyak mengeluarkan darah waktu melahirkan dan zat besi diperlukan untuk memproduksi darah (Hb). (Atikah Proverawati, dkk 2009).

  1. Cara Mengevaluasi Status Gizi

Indikator paling umum yang digunakan untuk mengetahui kekurangan besi adalah pengukuran jumlah dan ukuran sel darah merah dan nilai hemoglobin darah. Nilai hemoglobin kurang peka terhadap tahap awal kekurangan besi, akan tetapi berguna untuk mengetahui beratnya anemia. Nilai hemoglobin yang rendah menggambarkan kekurangan besi yang sudah lanjut. Di samping kekurangan zat besi, nilai hemoglobin rendah mungkin disebabkan oleh protein atau vitamin B6. (Sunita Almatsier 2005).

2.   Penetapan Kadar Hemoglobin

a.   Struktur hemoglobin

Hemoglobin adalah suatu senyawa protein dengan Fe yang dinamakan conjugated protein. Sebagai intinya Fe dan dengan rangka protoporphyrin dan globin (tetraphirin). Menyebabkan warna darah merah karena adanya Fe ini. Hemoglobin dinamakan juga zat warna darah. Bersama – sama dengan eritrosit Hb dengan karbondioksida menjadi karboksihemoglobin dan warnanya merah tua. Darah arteri mengandung O2 dan darah vena mengandung CO2.

Penetapan Hemoglobin dengan Metode Sianmet Hemoglobin. Di laboratorium kadar Hb dapat ditentukan dengan berbagai cara diantaranya dengan cara colorimetrik seperti cara sianmet hemoglobin (HiCN) dan cara oksihemoglobin (HbO2). ICSH (Internasional Comitte for Standaritation In Hematologi) menganjurkan pemeriksaan kadar Hb dengan cara sianmethemoglobin. Cara ini mudah dilakukan, memiliki standar yang stabil dan dapat mengukur semua jenis hemoglobin kecuali sulfhemoglobin. Untuk reagen dipakai larutan sianida menurut Van Kampen dan Zilstra (VKZ) dengan komposisi 200 mg  K3Fe(CN)6, 140 mg KH2PO4, 50 mg KCN, 1000 ml aquadest dan 0,5 – 1 ml non ionic detergen.

b.   Kadar hemoglobin menurut umur

Usia (tahun) Hemoglobin (g/dl)
Laki – laki  
10 – 11 11,6
12 – 14 12,3
15 – 17 12,6
18 + 13,6
Perempuan  
10 – 11 11,6
12 – 14 11,8
15 – 17 12,0
18+ 12,0

3.   Survei Konsumsi Makanan

Survei diet atau penilaian konsumsi makanan adalah salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok. Pada awal tahun empat puluhan survei konsumsi, terutama metode Recall 24 jam banyak digunakan dalam penelitian kesehatan dan gizi. Di Amerika Serikat survei konsumsi makanan digunakan sebagai salah satu cara dalam penentuan status gizi (Willet, 1990). Di Indonesia survei konsumsi sudah sering digunakan dalam penelitian di bidang gizi.

Beberapa metode pengukuran bahkan dapat menghasilkan data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode tersebut yaitu metode recall 24 jam. Metode yang bersifat kualitatif biasanya untuk megetahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi menurut jenis bahan makanan dan menggali informasi tentang kebiasaan makan (food habits) serta cara – cara memperoleh bahan makanan tersebut. Metode secara kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga dapat dihitung konsumsi zat gizi dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) atau daftar lain yang diperlukan seperti Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT), Daftar Konversi Mentah Masak (DKMM), dan Daftar penyerapan Minyak. (Supariasa dkk, 2002).

Sumber  : KTI Puspita Anggraini

http://www.facebook.com/profile.php?id=1802384724

One thought on “Menstruasi

  1. Ping-balik: Kesehatan | duobulet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s