Konflik Sosial Antara Pribumi Dengan Non-Pribumi

          Dalam kehidupan sosial dikenal hubungan harmoni dan disharmoni, istilah yang terakhir dikenal dengan sebutan konflik. Konflik bisa bersifat laten (tersembunyi) dan manifest (nampak), bila sudah mengejawantah kerapkali menimbulkan korban. Konflik dalam presfektif sosiologi menegaskan bahwa ketegangan sosial yang berujung pada konflik dapat dibedakan menjadi 2 kategori yaitu konflik yang bersifat fungsional dan konflik yang bersifat disfungsional bagi hubungan-hubungan dan struktur sosial.
Dalam kasus tersebut penelitian ini mengambil judul konflikantara umat Islam dengan non pri di Pekalongan tahun 1995, konflik yang bersifat disfungsional, karena sudah menyerang pada nilai-nilai inti substansi perbedaan sosial yang secara alamiah potensial menjadi pemicu konflik.Konflik tersebut dipicu adanya penyobekan kitab suci al-Qur’an yang dilakukan oleh seseorang non pribumi. Sehingga mengakibatkan cepat berkembangnya isu tersebut, dan banyak bumbu-bumbunya. Perilaku penyimpangan warga non pribumi menjadi bahan gunjingan warga kota santri, pada mulanya warga ingin melihat langsung warga non pribumi tersebut, tapi kemudian setelah masa berkumpul berubah menjadi aksi pengrusakan dan kerusuhan.
Aksi pengrusakan dan kerusuhan itu terjadi di Pekalongan pada tanggal 24 November 1995, tepatnya di sepanjang jalan Hayam Wuruk dan telah merambat ke daerah-daerah sekitarnya. Konflik tersebut terjadi sebagai aksi protes umat Islam terhadap tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh seseorang warga non pribumi yang telah menyobek kitab suci Umat Islam. Aksi pengrusakan dan kerusuhan itu terjadi tidak hanya di lokasi kejadian penyobekan al-Qur’an, melainkan telah merambat ketempat-tempat lain. Banyak toko dan rumah milik pedagang non pribumi di sepanjang jalan Hayam Wuruk dan sekitarnya hancur berantakan, akibat amukan massa. Aksi tersebut menjalar menjadi aksi penjarahan, karena banyak warga awam yang ikut di dalamnya.
Bertolak daripokok maslah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan kenyataan terjadinya konflik, dampak dan faktor-faktor yang mendorongnya pada tingkat berikutnya menggambarkan perwujudan konflik sebagaimana dicerminkan dalam kasus di Pekalongan ini. Pada landasan teori, pendekatan penulisan yang digunakan yaitu pendekatan sosial yang menekankan pada aspek konflik sosial dalam masyarakat Pekalongan. Jenis penelitian ini penulisan sejarah lokal, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah. Dalam mencari data tentang koflik antara umat muslim dengan warga non pribumi di Pekalongan tahun 1995 diperoleh dengan beberapa cara diantaranya, studi perpustakaan, dokumen-dokumen, arsip, observasi dan wawancara dengan menentukan subyek terlebih dahulu.

Jenderal yang berkuasa dengan tangan besi, Pak Harto, maka konotasi pribumi dan non-pribumi kembali “terpelihara subur”.
Agenda pembangunan makro yang direntenir oleh IMF dan Bank Dunia membutuhkan golongan istimewa (haruslah minoritas) serta mengabaikan golongan mayoritas. Maka perjalanan bangsa setelahnya menjadi pincang yang luar biasa. Segelintir golongan memperkaya diri yang luar biasa, sedangkan golongan terbesar harus bekerja keras dengan kesejahteraan pas-pasan. Indonesia yang kaya raya dengan sumber daya alam baik di darat maupun laut hanyalah dirasakan oleh golongan penguasan dan “peliharaan” penguasa. Rakyat jelata hanya menerima ampas kekayaan alam Indonesia. Semua sari kekayaan di”sedot” oleh perusahaan asing dan segelintir penghianat bangsa. Inilah mengapa, diera orde baru, konflik horizontal antara penduduk miskin (disebut dan dilabeli sebagai pribumi) dengan si kaya (umumnya dilabeli sebagai non pribumi) berkembang dan namun terpendam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s